azharnurunala:

“Duhai Allah, maafkanlah aku yang sebenarnya tau sedang berjalan menuju kematian namun masih terus saja mengkhawatirkan tentang kehidupan keduniaan. Masih tenggelam dalam gemerlap kefanaan. Sibuk dengan kesia-siaan.”

Hingga terkadang aku luput mencemaskan amal perbuatan yang bahkan aku pun ragu untuk jadikan itu sebagai perbekalan.



Ya Rabb. Ampuni.

(via creativemuslim)

akumuhaimin:
“No one can bring you true happiness except Allah. Seek it from Him alone. -AbdulBary Yahya
” akumuhaimin:
“No one can bring you true happiness except Allah. Seek it from Him alone. -AbdulBary Yahya
” akumuhaimin:
“No one can bring you true happiness except Allah. Seek it from Him alone. -AbdulBary Yahya
” akumuhaimin:
“No one can bring you true happiness except Allah. Seek it from Him alone. -AbdulBary Yahya
” akumuhaimin:
“No one can bring you true happiness except Allah. Seek it from Him alone. -AbdulBary Yahya
” akumuhaimin:
“No one can bring you true happiness except Allah. Seek it from Him alone. -AbdulBary Yahya
” akumuhaimin:
“No one can bring you true happiness except Allah. Seek it from Him alone. -AbdulBary Yahya
” akumuhaimin:
“No one can bring you true happiness except Allah. Seek it from Him alone. -AbdulBary Yahya
” akumuhaimin:
“No one can bring you true happiness except Allah. Seek it from Him alone. -AbdulBary Yahya
”

akumuhaimin:

No one can bring you true happiness except Allah. Seek it from Him alone. -AbdulBary Yahya

quraners:

Ya Rabb, ingatkan hatiku agar tak pernah lupa, bahwa sebaik-baik pilihan adalah pilihanMu, bukan pilihanku. Sejelas-jelas penglihatan adalah penglihatanMu, bukan penglihatanku. Pengetahuan yang paling sempurna adalah pengetahuanMu, bukan pengetahuanku. Jadikan aku ridha, pada setiap apa yang Engkau gariskan untukku. :)

©Quraners

Bagaimana cara membaca lebih banyak buku – Dan lebih banyak lagi

rohmanhida:

image

Ketika kamu sudah membaca banyak buku, orang-orang akan beranggapan bahwa kamu membacanya dengan cepat. Faktanya, hal mengenai inilah yang seringkali dikirim ke email saya. Mereka ingin mengetahui trik saya untuk bisa membaca dengan cepat. Mereka melihat buku-buku yang saya rekomendasikan setiap bulannya dalam newsletter saya dan mengasumsikan bahwa saya pasti punya suatu rahasia. Sehingga mereka meminta kepadaku untuk mengajari mereka bagaimana cara membaca dengan cepat.

Itulah yang saya katakan kepada mereka, bahwa saya tidak memiliki rahasia apapun. Meskipun benar bahwa saya membaca ratusan buku setiap tahunnya, sejujurnya saya membaca buku dengan sangat lambat. Dan saya memang sengaja membaca buku dengan sangat lambat, sehingga saya bisa menuliskan notes (yang setelah saya membacanya nanti, saya bisa membuka notes saya kembali) dan menaruhnya di commonplace book saya.

Jadi, bagaimana saya mendapatkannya? (Nah sebagai permulaan, saya tidak menyia-nyiakannya dengan mengajukan pertanyaan bodoh)

Lihatlah, bagaimana anda mendapatkan waktu untuk makan tiga kali sehari? Bagaimana anda bisa mendapatkan waktu untuk tidur? Bagaimana anda mengatur waktu yang anda punyai untuk menghabiskannya dengan anak anda, istri anda, atau pacar anda?

Anda sebenarnya tidak memilikinya, kan? Anda hanya melakukannya karena menurut anda itu penting. Hal-hal tersebut adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan dalam hidup anda.

Saya berpendapat bahwa ada 3 rintangan utama yang menahan hal ini terjadi, dan saya ingin menjelaskannya sekarang sehingga anda bisa mulai membaca lebih-dan-lebih lagi.

Waktu

Kunci untuk membaca lebih banyak buku dimulai dari berhenti menganggapnya sebagai sebuah aktivitas yang anda lakukan. Membaca harusnya menjadi sesuatu yang sangat alamiah seperti makan atau bernafas bagi anda. Bukan sesuatu yang anda lakukan karena anda menyukainya, melainkan karena hal itu adalah sebuah refleks, sesuatu yang default.

Bawalah buku kemanapun anda pergi. Setiap anda memiliki waktu, bukalah buku anda. Ketika anda makan, bacalah. Ketika anda berada di kereta, di ruang tunggu, di kantor, bacalah. Membaca adalah sebuah pekerjaan, sebuah pekerjaan yang penting. Jangan biarkan orang lain membuatmu berpikir sebaliknya.

Apakah anda tahu seberapa banyak waktu yang anda buang selama seharian? Conference call, meeting, Acara TV yang tidak anda suka tapi tetap saja anda menontonnya. Jika anda punya waktu untuk melakukannya, maka anda punya waktu untuk membaca (atau lebih baik, anda bisa mengganti aktivitas tersebut dengan membaca buku)

Uang

Jika saya harus mencuri buku untuk mendukung kebiasaanku membaca buku, saya akan melakukannya. Terimakasih anda bisa membeli beberapa literatur terbaik dengan harga beberapa penny di Amazon.

Tapi benar-benar lupakanlah soal uang ketika berurusan dengan buku. Membaca bukanlah sebuah kemewahan. Membaca juga bukan sesuatu yang perlu dibelanjakan secara royal. Membaca adalah sebuah kebutuhan.

Sebagaimana Erasmus, seorang cendekiawan abad ke-16 mengatakan “Ketika saya memiliki sedikit uang, saya membeli buku; dan jika masih ada sisanya saya membeli makanan dan pakaian.”

Di atas semua itu, buku adalah sebuah investasi. Saya seringkali mendengar beberapa orang mengatakan padaku bahwa mereka berencana akan membeli buku ini, buku itu. Rencana? Beli sajalah. Dulu sekali, saya berjanji pada diri saya sendiri ketika saya melihat buku yang menarik perhatian saya, maka saya tidak akan membiarkan waktu atau uang atau apapun menghalangi saya untuk memilikinya. Bukan uang, bukan waktu, bukan kemalasan saya. Jangan menunggu sebuah buku untuk dirilis dalam bentuk paperback, sehingga anda bisa menghemat 2 atau 3 dollar, itu adalah mindset yang keliru. Jika itu adalah sebuah buku yang akan anda baca, bacalah sekarang. Jangan menunggu setahun lagi.

Tujuan

Mungkin alasan kenapa anda memiliki permasalahan ini adalah karena anda lupa tujuan anda membaca. Membaca bukanlah untuk bersenang-senang. Manusia sudah menyimpan pengetahuan mereka dalam bentuk buku sudah lebih dari 5000 tahun. Hal itu berarti apapun yang anda kerjakan saat ini, atau hal yang saat ini anda kesusahan menjalaninya, mungkin sudah pernah ditulis di sebuah buku  di suatu tempat oleh seseorang yang jauh lebih pintar dari anda. Selamatkanlah diri anda dari proses trial error–yang menyusahkan. Dan ambil manfaat dari perspektif mereka.

Dinding rumah saya dipenuhi oleh buku-buku dari lantai hingga ke langit-langit. Terakhir kali saya pindahan, saya harus menyewa U-Haul secara khusus untuk memindahkan buku-buku saya. Pada awalnya hal itu membuat saya frustasi, dan kemudian saya ingat bahwa buku-lah yang membayar sewa pada kedua rumah tersebut. Merekalah yang membuat saya tetap waras, dan merekalah yang memberikanku banyak uang.

Tujuan dari membaca buku bukanlah hanya sekedar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang mentah. Buku itu adalah sebagian dari pengalaman manusia. Hal itu membantu anda dalam menemukan sebuah makna, memahami diri anda sendiri, dan membuat hidup anda menjadi lebih baik.

Pikirkanlah seseorang seperti Frederick Douglas, yang berhasil membawa dirinya keluar dari perbudakan, dengan cara menyelinap dan mengajari dirinya sendiri (otodidak) cara membaca. Buku bukanlah pengejaran lambat atau hiburan yang sia-sia baginya, mereka adalah pertahanan hidup. Dan terlepas dari situasinya yang mengerikan itu, dia berhasil membaca dan sebagaimana yang telah diceritakan penulisnya Thomas Sowell katakan, “Mendidik dirinya sendiri ke titik di mana kata-katanya sekarang harus dijelaskan kepada generasi masa kini yang kurang terdidik.”

Apalagi alasan yang anda punyai?

Jika anda ingin membaca lebih banyak lagi, tidak ada rahasianya. Yang ada hanyalah mengatur kembali prioritas dan persepsi anda yang membuat membaca menjadi sebuah extension dari siapa diri anda dan apa yang anda lakukan.

Dan ketika hal itu terjadi, anda menjadi seseorang yang ditanyai oleh banyak orang: Bagaimana anda melakukannya? Dan jawabannya adalah: I just do

Dikutip dan diterjemahkan dari tulisan Ryan Holiday dalam Medium.com

// Pelajaran berharga
Ada banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap kejadian dalam dunia ini, bagaiamana ia bangkit dari keterpurukannya, bagaimana ia tersenyum disaat hati mengikat rasa khawatir, bagaimana ia bisa terlihat baik-baik...
// Pelajaran berharga
Ada banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap kejadian dalam dunia ini, bagaiamana ia bangkit dari keterpurukannya, bagaimana ia tersenyum disaat hati mengikat rasa khawatir, bagaimana ia bisa terlihat baik-baik...

// Pelajaran berharga

Ada banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap kejadian dalam dunia ini, bagaiamana ia bangkit dari keterpurukannya, bagaimana ia tersenyum disaat hati mengikat rasa khawatir, bagaimana ia bisa terlihat baik-baik saja tatkala luka masih menganga, bagaimana ia bisa memaafkan orang-orang yang telah menghancurkan mimpinya baik dalam perbuatan maupun ucapan, bagaimana ia bisa kembali bangkit dari harapan yang telah di patahkan oleh orang yang tak bertanggung jawab, bagaimana tangguhnya ia dalam menghadapi ujian demi ujian yang tanpa henti mendatangi?

Ada banyak, bahkan banyak sekali yang bisa kita ambil dari setiap rentetan peristiwa yang terjadi pada diri kita sendiri , pada orang-orang terdekat bahkan pada mereka yang tidak kita kenal sekalipun namun kisahnya mampu menggugah hati.

Untuk segala yang kau impikan ataupun dambakan, aku harap kau tetap berjuang.Melewati segala tantangan dan cobaan, meski beberapakali jatuh atau tidak sanggup lagi bertahan.Tetaplah percaya dan fokus akan tujuan. Kamu tahu, semua perjuangan itu memang melelahkan Maka janganlah jadi seseorang yang mudah menyerah, nenek ku bilang “ engkau terlahir sebagai pemenang Dunia & Akhirat” begitupun kamu.
Yang terpenting, jangan lupakan Allah di dalam hatimu :)

#dnlastname #melawan #keterbatasan #optimis #semangat #pelajaranberharga
https://www.instagram.com/p/BybkJ6qFVyP/?igshid=gi0s891v1w42

Kamu tak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah sebuah awal yang buruk, namun kamu bisa membuat akhir yang indah, mulai saat ini!

Dnlastname

edgarhamas:

Al Quds, Palestina, dan Sudut Pandang yang Perlu Dibeningkan

@edgarhamas | edgarhamas.tumblr.com

(disampaikan dalam Agenda Diskusi Online yang diadakan oleh FSLDK Surabaya Raya | Selasa, 12 Desember 2017)

Baitul Maqdis, atau Al Quds, atau Elia Capitolina ketika berada di bawah kekuasaan Romawi, bukanlah sekadar sebuah kota. Lebih dari itu, dia adalah ruang dimana banyak peradaban bertemu, banyak ide-ide dan gagasan beradu, dan bersinggungan di atasnya banyak sekali kekuatan. Tidak salah jika seorang ilmuwan muslim, DR Muslih Abdul Karim mengutip perkataan Ulama, bahwa palestina yang di dalamnya ada Al Quds adalah “Ummul Ma’arik”, Mother of Battles, Induk peperangan.

Nah, pada kesempatan kali ini, izinkan saya membagi pembahasan menjadi tiga titik besar. Pertama; adalah perlunya kita untuk membeningkan sudut pandang kita dalam melihat Palestina. Kedua; sebagaimana tema berbicara, kita akan membahas situasi terkini Al Quds secara khusus, palestina, dan dunia Arab secara umum yang menjadi latar konflik. Dan ketiga; kita perlu untuk melihat akan berbagai kemungkinan yang akan terjadi setelah Trump mengumumkan dukungannya tehadap Israel untuk menjadikan Al Quds sebagai ibukota.

Pembahasan Pertama; Membeningkan Sudut Pandang

Apa itu Al Quds? Itu pertanyaannya. Jangan pernah membahas jauh-jau tentang satu masalah yang padahal kita tak mengerti apa hakikat permasalahan itu.

Teman-teman sekalian, Al Quds memiliki banyak sekali nama. Orang Yahudi dan Nasrani menyebutnya sebagai Jerusalem, dan umat Islam menyebutnya sebagai Baitul Maqdis atau Al Quds. Semua nama sangat berarti, dan kesemuanya sepakat bahwa kota ini adalah merkusuar penting bagi tiga agama langit. Dalam perspektif Yahudi, disinilah Nabi Sulaiman membangun Haikal (kuil). Bagi Nasrani, disitulah tempat Yesus Kristus disalib. Bagi Umat Islam, disanalah Nabi Muhammad ﷺ berangkat menuju langit ke tujuh dalam agenda agung berjudul Isra’ Mi’raj.

Al Quds tidak untuk muslim saja, tidak pula untuk nasrani saja, atau yahudi. Ia adalah hak semua pemeluk agama langit. Namun yang jadi titik penting dalam pembahasan kita adalah; dalam sejarah, kedamaian pemeluk 3 agama ini tidak pernah terwujud kecuali ketika di bawah kekuasaan Muslim. Ini bukan sebuah klaim. Ini adalah fakta sejarah. Saya mengatakan ini bukan karena saya muslim, melainkan karena sepanjang referensi baik Barat maupun Timur, semuanya bersaksi bahwa Palestina secara umum, dan Al Quds secara khusus hidup dalam harmoni di bawah pemerintahan islami.

“A people without the knowledge of their past history, origin and culture is like a tree without roots”

(Masyarakat tanpa pengetahuan tentang sejarah, asal dan kultur mereka, ibarat pohon yang tidak berakar), kata Marcus Harvey.

Apa yang membuat Al Quds penting?

image

Pertama, karena disanalah sentral pertemuan dari 3 benua. Asia, Afrika dan Eropa

Kedua, letaknya yang strategis membuat para penguasa ingin sekali menguasainya. Itulah mengapa sudah sangat terkenal kaidah geopolitik yang berbunyi, “siapa yang menguasai palestina, maka ia akan menguasai dunia.”

Ketiga, dan ini yang paling penting, tempat ini menjadi “pusat” tiga agama langit. Dan ini sangat berhubungan dengan iman. Bukan masalah politik atau militer. Keimananlah yang menjadikan kota ini benar-benar bermakna. Bahkan sampai-sampai tokoh zionis Yahudi, Benyamin Disraeli berkata, “The view of Jerusalem is the history of th world; it’s more, it is the history of earth an heaven.”

Bayangkan saja, logikanya, bagaimana mungkin tanah kecil yang tak sebesar Jawa Barat (Palestina seluas 26.990 km², dan Jawa Barat seluas 37.174 km²) bisa menjadi titik penting yang selalu penuh dengan pergulatan kekuatan dunia? Sebab yang dicari bukanlah luasnya, bukanlah kekayaannya, namun karena kedudukan dan pengaruhnya.

Itulah mengapa, dari sini kita perlu memahami, bahwa permasalahan Al Quds bukan semata-mata masalah politik. Dia adalah masalah peradaban yang sangat-sangat kompleks. Tidak akan bisa saya menyebut seluruh hakikat tentang Al Quds dan palestina hanya dengan pertemuan online 2 jam-an ini. Maka akan saya sampaikan saya garis besarnya.

“Sebab Al Quds, adalah masa lalu, masa kini dan masa depan kita”, kata salah seorang pemimpin perjuangan Rakyat Palestina di jalur Gaza.

Pandangan Masing-masing Agama Secara Ringkas :

YAHUDI : memandang bahwa Al-Quds adalah ibukota mereka, tidak ada yang berserikat dengan mereka walau satupun, sebagaimana pendiri Zionis, Mandell Slair berkata, “kalian menanyakan padaku apa keinginanku, maka Aku menjawab, bahwa keinginanku adalah Yerusalem. Kalian bertanya padaku, maka aku menjawab; Haikal, dan ia adalah sesuatu yang hilang dari kita. Apa yang kita anggap benar, adalah apa yang akan kita perjuangkan untuk meraihnya. Ialah negeri kita yang indah, keyakinan kita yang disucikan!”

NASRANI : Kaum Kristiani memandang Palestina sebagai ikatan keyakinan, yang membuat mereka berkumpul dari saentero negeri untuk menziarahi Baitul Lahm (Bethlehem) di selatan Baitul Maqdis , dikatakan bahwa tempat tersebut merupakan maskot Yesus Kristus, sebagaimana diceritakan dalam Injil Matius halaman 4, dan dinamakan dalam Kitab Suci mereka sebagai “Rumah Daud”

ISLAM : Kaum Muslimin memandang bahwa Palestina, terutama Baitul Maqdis, adalah negeri yang diberkahi, disebutkan berkali-kali dalam Al-Qur’an dan dimuliakan dengan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW.

Allah berfirman, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS Al Isra ayat 1)

Masjid Al-Aqsha memiliki keberkahan, begitupula tanah tempat ia kokoh berdiri. Di Palestina lah, terutama di Al-Quds, Nabi Adam alaihissalam membangun pondasi Masjid ini, 40 tahun setelah membangun Ka’bah di Makkah.

Fakta Penting :

Dalam permasalahan Al Quds, kaum muslimin dan kristen banyak sekali bersatu pada dan memiliki keyakinan yang sama, bahwa kota ini untuk seluruh pemeluk agama langit. Namun yahudi tidak. Dalam doktrin mereka yang tertulis di kitab talmud; Palestina adalah ibukota abadi mereka dan hanya untuk mereka, yang lain hanyalah binatang dan bangsa di bawah kendali mereka.

Saat itulah konflik menjadi-jadi.

Pembahasan Kedua :

Situasi Terkini di Al Quds

6 Desember lalu, dunia dikejutkan dengan pernyataan Trump mengakui Al Quds sebagai ibukota Israel. Tentu dunia geger dengan sikapnya yang sangat kontroversial ini. Apa alasannya ketika ditanya, “mengapa anda melakukan ini semua?’, jawabannya adalah; karena demokrasi. Sebab mayoritas kongres AS mendukung ini. Faktanya memang, anggota kongres didominasi oleh mereka yang mendukung kepentingan yahudi. Bahkan bisa dibilang, sebagian besar anggota kongres AS telah dibeli suaranya oleh yahudi.

Awal petaka itu bermula ketika tahun 1995, kongres menyepakati untuk memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv menuju Al Quds dan di saat yang sama juga mengakuinya sebagai ibukota Israel. Keputusan kongres tidak dijalani oleh para presiden hingga 20 tahun lamanya, sebab mereka meyakini bahwa kebijakan itu akan merusakn perdamaian duna.

Makanya, Trump mengatakan bahwa para presiden AS sebelumnya adalah pengecut. Ia lanjutkan, Trump malah mengatakan bahwa pemindahan ibukota ke Al Quds adalah hak Israel, untuk kemaslahatan AS dan demi perdamaian. Itulah semuanya, asumsi fana dan perhitungan Trump yang salah fatal. Tak lama setelah itu, banyak sekali telepon dari pemimpin negara di dunia yang mengecam Trump.

Mengapa pemindahan ibukota dari Tel Aviv ke Al Quds adalah ide yang sangat buruk?

Setidaknya ada beberapa jawaban. Pertama, Amerika berati telah merestui israel untuk menjajah teritori yang bukan haknya, sebab Yerusalem/Al Quds adalah tanah yang dilindungi badan Internasional. Kedua, amerika dengan sengaja ingn menyalakan kembali bara api konflik di atas tanah Palestina untuk mencegah palestina merdeka seutuhnya. Ketiga, AS berarti telah mengatakan pada dunia, bahwa ia menjadi rekan israel dalam membantai manusia. Keempat, AS telah memberi lampu hijau bagi Israel untuk mencaplok tanah Palestina. Kelima, memperkeruh sitausi antara dua negara (israel dan palestina). Dan keenam, mengancam kedudukan kota suci bagi tiga agama langit.

Sejauh ini, setelah pidato kontroversial trump, telah gugur 4 orang warga Palestina oleh agresi zionis israel. Ada juga 15 orang yang luka-luka parah karena serangan mendadak israel. Khusus di daerah Gaza, sudah ada 4 orang gugur dan 170 orang luka-luka. (sumber : @PalinfoAr)

Langkah Trump mengakui Al Quds sebagai ibukota israel adalah kebijakan yang aneh. Ini bisa menjadi blunder baginya, bahkan ini ahistoris (tidak sesuai dengan arah sejarah yang terjadi di muka bumi ini). Mungkin ada yang bertanya, mengapa Trump melakukan kebijakan gila ini? Ustadz Anis Matta mengatakan bahwa Trump berusaha mengalihkan isu karena tekanan politik dalam negerinya. Sudah lama Amerika merusak negara lain untuk kepentingan domestik mereka sendiri. Ini tidak adil dan tidak beradab. Di dalam negeri, Trump kehilangan kepercayaannya, maka ia melakukan ‘caper’ untuk menegaskan bahwa dia ada dan kuat.

APA YANG AKAN TERJADI SETELAH INI?

-Keputusan Donald Trump ini akan menjadikan Palestina makin terbakar dengan konflik, sebagaimana saat ini dunia memiliki dua titik merah konflik di Korea dan Ukraina.

-Timur Tengah sudah sangat panas, ada banyak sekali permasalahan yang dibentangkan oleh yahudi dan sekutunya untuk mencegah kebangkitan Islam di tanah Arab. Dengan adalah konflik pemindahan ibukota ke Al Quds, trump telah membuat Timur Tengah menjadi kawasan konfliik paling panas di muka bumi.

-sebenarnya, Trump telah membelah dunia kemudian menjadi dua blok baru; pro-israel atau kontra-israel. Dan akan banyak sekali kepentingan yang bermain untuk memanfaatkan situasi ini guna memukul amerika. Diantaranya, Rusia dan Cina yang kini cenderung berseberangan dengan AS

-di dalam dimensi lain, Trump secara gegabah telah membangunkan singa tidur. Bernama umat Islam. Dan dia akan tahu bahwa umat Islam jika telah bangun dari tidur panjangnya, akan sangat bisa untuk menjadi kekuatan baru dunia yang mengalahkan dominasi AS-Eropa.

APA YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK MEMBANTU TERSELESAIKANNYA KONFLIK DI PALESTINA?

Terdidik, mendidik, itu yang utama. Pembahasan ini tidak cukup sekadar 2 jam. Ini adalah problem yang bisa dikatakan abadi sampai hari kiamat datang. Sebab, silahkan dicek di pengetahuan agama-agama langit, baik Islam, Nasrani, dan Yahudi, meyakini bahwa akhir zaman akan sangat lekat dengan problema Palestina.

Bagi muslim contohnya. Palestina adalah; tempat kejadian akhir zaman akan berada di sana, ibukota negeri Islam akan berada di sana ketika akhir zaman, Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa di pintu Ludd, yakni di sebuah daerah di Palestina. Ya’juj dan Ma’juj akan datang menyerbu bumi dan akan dimatikan di Palestina. Perang akhir zaman akan terjadi di Palestina.

Akhir Kata,

Ada banyak alasan untuk membela Al Quds dan Palestina. Namun yang paling tinggi di atas semuanya, yakni keimanan. Keimanan lah yang membuat orang Palestina rela bertahan berpuluh tahun lamanya, berbekal kerikil dan pisau dapur, melawan tank Merkava israel dan pesawat siluman F-35 mereka. Keimanan lah yang membuat pemuda Palestina bisa bertahan belajar di reruntuhan puing sekolahnya yang dihancurkan Apache isral.

Tahukah kamu mengapa Nabi-nabi namanya abadi sedangkan nama raja mudah menghilang? Karena di zaman apapun, di periode apapun, agama selalu mengisi pemikiran manusia dan memadukannya dengan ide-idenya, ruang hidupnya, dan usianya.

Membela Palestina bagi umat muslim terutama, adalah “juz’ min aqidah”, bagian penting dari akidah kita. Kamu tahu 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui? Apa yang kamu rasakan ketika saya bilang, 19 dari 25 nabi dan Rasul itu diutus di Palestina!

Itulah segores pemaknaan yang seharusnya membuat kita berdiri tangguh membelanya. Bukan temporal dan bukan reaksioner, namun pembelaan yang diiringi dengan pemahaman dan ilmu. Klaim Yahudi tentang Palestina, semuanya dusta. Akan perlu banyak waku untuk menjabarkannya. Namun satu hal; Yahudi tidak pernah benar-benar ingin kembali ke palestina. Sebab telah termaktub di taurat mereka; bahwa ketika seluruh yahudi berkumpul di Palestina, maka itulah saat-saat menuju kehancuran mereka. Semua ini adalah agenda zionisme. Pangkalnya adalah zionisme, yang puncaknya nanti adalah; hadirnya Dajjal untuk memimpin mereka.

Ini bukan teori konspirasi, sahabat. Ini adalah dunia kita yang penuh dengan intrik dan rahasia. Ini adalah dunia kita tempat kebenaran dan kebatilan bertempur sampai matahari terbit dari barat. Sebab itulah, sejatinya rasa nyaman bukanlah saat yang tepat. Kini kita harus sadar bahwa kita telah ada di ujung tanduk peradaban manusia.

Dan palestina akan jadi latarnya.

Tentang masa depan!

Masa depan, Tidak ada yang perlu di khawatirkan.. tak ada satupun manusia yang mengetahui tentang masa depan. Adanya ia untuk kita jalani dan diyakini bahwa pertolongan Allah akan ada pada setiap duri perjalananmu nanti.

Takutnya dengan bayangan2 dan buramnya rencana tentang masa depan, setiap darimu pasti akan merasakan. Ketakutan dan kekhawatiran akan selalu berpasangan, tentang nanti akan menjadi apa, dimana akan tinggal, berpasangan dengan siapa, bagaimana soal rezeki nanti, mengajar atau buka usaha, dan hal-hal yang saat ini menjadi kekhawatiran dirimu.

Semua itu wajar, untuk menguji iman dan semua optimismu tentang masa depan. Buat rancanganmu dari sekarang apa yang bisa kamu lakukan untuk masa depan, sembari menyiapkan amunisi. Soal hasil percayalah Allah selalu memberikan yang terbaik sekalipun engkau tak merasa baik bahkan dengan ada atau tidaknya dia bersamamu, semua akan baik-baik saja. Rencana Allah yang terbaik dari segala rencana.

Buat dirimu istimewa dengan merubah semua kekhawatiran, ketakutan itu menjadi sebuah karya-karya baru. Lagipula semua yang ada di dunia itu hanya titipan kan. Jadi tidak perlu ragu dan takut lagi, mulailah perlahan untuk merancangnya, mengusahakannya, mendoakan dan meyakini semua akan baik-baik saja selama doa dan ikhtiar tak pernah putus.

Untukku dan untukmu, selamat berjuang melawan itu semua. Ingatlah, adanya masa depan untuk dijalani dan diyakini bukan dipendam lalu di tangisi. Terus melantunkan doa2 terbaik, sampai bertemu kembali dipersimpangan masa depan.

__________

Bogor, April 2019 - ©dnlastname

image

//

Perihal Mengkritik.

Untuk mengkritik setiap orang bisa jadi juara pertama. Tentang ke sok tauan kita dalam menentukan yang terbaik untuk orang lain. Merasa ingin selalu didengar, mulut ini terus mengeluarkan kalimat demi kalimat memojokan sang ‘lawan’ tanpa memetingkan perasaan.

Lucunya, kita kadang lebih jauh mengenal pribadi seseorang. Mungkin, kita begitu karena sudah paham luar-dalam, padahal waktu kebersamaan jiwa dan raga begitu singkat dipertemukan, itu belum cukup kuat untuk menjadikan sebuah patokan. Kita sibuk memperbaiki orang lain tanpa sadar kita sebenarnya sedang menghancurkan mereka. Disisi lain lalai dalam mengenali diri sendiri.

Untuk mengetahui puluhan kesalahan orang lain kita piawai dalam menjabarkan, bahkan sampai menentukan takaran dosa yang akan di dapatkan, begitu sebalikaya.

Untuk mengetahui satu kesalahan diri sendiri saja kita cukup sulit, bukan Atas dasar ketidak tahuan kita memilah mana perbuatan yang Benar dan yang Salah tapi soal pengakuan diri yang selalu merasa paling benar.

Mengkritik memang tidak salah, Apa lagi tujuannya peduli itu baik. Yang jadi sebuah pertanyaan apakah kepedulian itu benar-benar sesuai dengan cara kita memperdulikan? Atau, kita sudah benar-benar ikhlas untuk peduli tanpa ada niat lain? Bukankah seharusnya peduli itu membaikan dan mententramkan. Bukan sebaliknya.

__________

Bogor, April 2019

-@dnlastname

prawitamutia:

pola yang berulang

kita adalah pola yang berulang.

kalau kita tidak bersyukur saat kita susah, kemungkinan besar kita juga tidak bersyukur saat kita mudah.

kalau kita tidak menaati komitmen pada hal yang kecil, kemungkinan besar kita juga tidak menaati komitmen pada hal yang besar.

kalau kita tidak menghargai pemberian yang sederhana, kemungkinan besar kita juga tidak menghargai pemberian yang istimewa.

kalau kita tidak pandai mengelola uang saat penghasilan masih sedikit, kemungkinan besar kita juga tidak pandai mengelola uang ketika penghasilan sudah banyak.

kalau kita tidak rapi menata kamar saat luasnya kecil atau bukan milik sendiri, kemungkinan besar kita juga tidak pandai menata rumah seberapa pun lapangnya dan bagusnya.

kalau kita tidak memiliki hati yang kuat ketika kita belum berpasangan, kemungkinan besar kita juga tidak memiliki hati yang kuat pun sudah berpasangan.

kalau kita tidak merencanakan hidup ketika yang perlu diurus barulah diri sendiri, kemungkinan besar kita juga tidak merencanakan hidup ketika harus mengurus satu keluarga, atau satu tim, atau satu apa pun.

kalau kita tidak memiliki waktu untuk membela mimpi-mimpi kita–atau mengurus hal-hal yang penting–ketika kita sibuk, kemungkinan besar kita juga tak mau membela mimpi-mimpi kita ketika kita tak sibuk.

kita adalah pola yang berulang sehingga kita sendiri yang harus membuat polanya, tanpa menunggu keadaan berubah. justru, seringkali pola hidup kitalah yang membuat keadaan berubah.

Loading... No More Posts Load More Posts